Cara Rakyat Korea Utara Ikut Pemilu Legislatif Yang Hanya Punya ‘Satu Pilihan Kandidat’

Warga Korea Utara memberikan suara mereka untuk memilih anggota parlemen, yang merupakan pemilihan umum kedua yang digelar semenjak Kim Jong-Un memimpin negeri itu.

Jakarta, K24news Indonesia – Pemungutan suara untuk Dewan Rakyat Agung (SPA) merupakan suatu kewajiban dan tidak ada pilihan kandidat di dalamnya. Tidak pernah terjadi perbedaan pendapat selama penyelenggaraannya.

Kehadiran pemilih di tempat pemungutan suara hampir selalu mencapai 100% dan kepuasan terhadap sekutu pemerintah tersebut selalu bulat.

Korea Utara adalah negara yang terisolasi dan diperintah oleh dinasti keluarga Kim.

Rakyat negeri itu diwajibkan untuk mengabdi sepenuhnya kepada keluarga tersebut dan kepada pemimpin yang tengah berkuasa.

Bagaimana cara pemungutan suaranya?

Pada hari pemungutan suara, seluruh warga berusia 17 tahun ke atas wajib datang ke TPS dan memberikan suara mereka.

“Sebagai bentuk kesetiaan, Anda diharapkan datang lebih awal, yang berarti akan ada antrean panjang,” ungkap seorang pengamat Korea Utara, Fyodor Tertitsky, yang bermarkas di kota Seoul, Korea Selatan.

Saat giliran Anda tiba, Anda akan menerima surat suara dengan hanya 1 nama yang terdapat di dalamnya. Tidak ada yang harus diisi, tidak ada kolom yang perlu Anda contreng. Anda hanya perlu membawa kertas itu dan memasukkannya ke dalam kotak suara yang diletakkan di tempat terbuka.

Lihat juga: Jasad WNI Korban Insiden Ethiopian Airlines Belum Ditemukan

Ada juga bilik suara di mana Anda bisa memilih sendirian tanpa melihat orang, namun hal itu akan langsung menimbulkan kecurigaan, menurut sang pengamat.

Secara teoretis, Anda memiliki hak untuk mencoret kandidat satu-satunya itu. Namun, menurut Tertitsky, melakukan hal itu hampir pasti akan membuat Anda diburu polisi rahasia dan Anda kemungkinan akan dinyatakan sakit jiwa.

 Korea Utara

Bersorak adalah sebuah keahlian kunci yang perlu dikuasai masyarakat untuk merayakan berbagai hal di Korea Utara.

Setelah Anda meninggalkan TPS, Anda diminta untuk bergabung dengan sekelompok orang yang bersorak di luar untuk mengekspresikan kebahagiaan Anda terkait kesempatan untuk memberikan suara demi kepemimpinan yang bijaksana di negara tersebut.

“Di media-media milik pemerintah, hari pemilu digambarkan sebagai acara yang meriah, dengan orang-orang yang merayakannya di luar TPS-TPS,” jelas Minyoung Lee, pengamat dari NK News – laman khusus berita Korea Utara.

Karena memilih adalah suatu kewajiban, maka ajang pemilu juga dijadikan momen sensus penduduk oleh pemerintah untuk memonitor populasi masing-masing daerah pemilihan dan untuk melacak warga yang mungkin telah melarikan diri ke Cina.

Apa kekuasaan yang dimiliki parlemen?

Dewan Rakyat Agung (SPA) adalah sebuah lembaga ‘tukang stempel’ tanpa kekuasaan apa pun.

Terpilih setiap 5 tahun, SPA adalah satu-satunya lembaga legislatif yang ada di Korea Utara.

“Saya tahu media internasionalkerap menyaring isi laporan mereka dengan mengatakan bahwa SPA punya ‘sedikit’ kekuasaan atau pengaruh tapi itu tidak benar. SPA punya nol kekuasaan,” ungkap Tertitsky.

Undang-Undang pada kenyataannya disusun oleh petugas partai dan disetujui SPA begitu saja sebagai bentuk formalitas: tukang stempel.

Lihat juga: Nenek Asal Jepang Resmi Pegang Rekor Sebagai Manusia Tertua
Kim Jong-un

Secara teoretis, parlemen mampu menggulingkan kekuasaan Kim Jong-un.

Hal itu jauh berbeda dari kekuasaan lebih luas yang secara teoretis sebenarnya dimiliki lembaga tersebut. Dua pertiga suara parlemen akan cukup untuk mengubah konstitusi dan jumlah suara mayoritas dapat mencabut kekuasaan Kim Jong-un.

Faktanya, SPA bahkan tidak bertemu secara reguler. Pada sidang pertama, mereka akan memilih dan membentuk badan yang lebih kecil untuk bekerja bagi mereka, sementara anggota dewan yang asli hanya akan berkumpul dalam acara-acara khusus.

Apakah ada beberapa partai yang berbeda di dalamnya?

Anda mungkin mengira hanya ada satu partai tunggal. Namun yang mengejutkan ternyata terdapat 3 fraksi berbeda dalam parlemen.

Korea Utara

Setiap warga Korea Utara berusia di atas 17 tahun diwajibkan memberikan suara mereka dalam pemilu.

Partai Buruh, yang dipimpin Kim Jong-un, sejauh ini merupakan partai terbesar, sementara sebagian kursi lainnya diduduki oleh 2 partai lain, yakni Partai Demokrasi Sosial dan Partai Chondoist Chongu.

Para praktiknya, ketiga partai tidak memiliki perbedaan. Ketiganya juga bergabung di bawah Front Demokrasi untuk Reunifikasi Korea.

Apa hasil yang diharapkan?

Hasil pemilu tersebut bukan sesuatu yang ditunggu-tunggu, namun hasil itu baru akan diumumkan setelah beberapa hari.

Pertama, biasanya akan ada pengumuman terkait tingkat kehadiran pemilih yang sangat mengesankan. Tahun 2014, angkanya mencapai 99,97%.

Sedikit orang mungkin tidak bisa datang ke TPS karena sedang sakit- meski ada lelucon yang menyatakan bahwa di hari pemilu, tidak ada orang yang akan mati dan semuanya dalam kondisi sehat.

Langkah berikutnya adalah pengumuman angka hasil pemilu di daerah pemilihan Kim Jong-un. Di mana keduanya, baik tingkat kehadiran pemilih maupun dukung politik biasanya mencapai angka 100%.

Yang terakhir, hasil untuk daerah pemilihan lainnya diumumkan. Meski tingkat kehadirannya ungkin sedikit lebih rendah, namun dukungan politik untuk para kandidat di masing-masing dapil biasanya akan mencapai 100% jika sesuai pemilu tahun sebelumnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *