Kepala Dinas Pariwisata DKI Minta Distafkan Anies

DKI

Jakarta, K24news Indonesia – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta sudah menerima surat pengunduran diri Edy Juanedi. Edy yaitu Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta.

Kepala BKD Chaidir menyampaikan bahwa Edy meminta sendiri untuk mengundurkan diri. Edy sendiri yang meminta untuk diturunkan jabatannya.

“Dia hanya menyebut mengundurkan diri dari jabatannya dan minta menjadi staf di Anjungan Dinas Pariwisata,” kata Chaidir saat dihubungi, Jumat (1/11).

Surat pengunduran diri Edy, kata Chaidir, di terima per tanggal 31 Oktober 2019. Surat tersebut ditujukan terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan di terima oleh Sekretaris Daerah DKI Saefullah.

Lihat juga: Perayaan HUT OPM 1 Desember, Menkominfo: Tak ada pembatasan internet

“Benar tanggal 31 di sampaikan kepada Gubernur lewat Pak Sekda,” papar dia.

Chaidir menyebutkan Edy tidak menyertakan argumen apapun terkait pengunduran Beliau. Chaidir juga membantah turunnya Edy karena permasalahan dana influencer sebesar Rp 5 Miliar.

“Enggak, enggak mungkin soal influencer,” tegas Chaidir.

Ke depannya posisi Kepala Dinas Pariwisata bakal diisi oleh pelaksana tugas. Chaidir menyampaikan posisi Plt dapat diseleksi setelah mendapatkan tutorial dari Anies.

Lihat juga: Polisi Menangkap 4 Distributor PSK di Kota Bunga Cianjur

“Seleksi diisi dahulu oleh Plt. Kita mengikut petunjuk pemimpin saja,” tutup dia.

Diawal mulanya Dinas Pariwisata tersandung kasus dana promosi influencer sebesar Rp 5 miliar. Budget itu ketahuan untuk membiayai aktivitas promosi pariwisata ibu kota lewat sarana sosial.

Berdasarkan usulan pada kebijakan Umum APBD Plafon Prioritas Biaya Sementara (KUAPPAS) DKI 2020, dana itu dapat dimanfaatkan untuk membiayai kegiatan pariwisata yang oleh influencer di alat sosial.

Dana sebesar Rp 5.008.691.930 itu disasarkan pada 5 influencer. Influencer dengan cara umum ialah orang yang memiliki pengikut relatif besar di fasilitas sosial mereka dijadikan model panutan.

Belakangan, Asiantoro mengemukakan budget tersebut telah dicoret karena efisensi biaya yang dilakukan oleh DKI Jakarta K24news sudah coba menghubungi Edy tetapi belum meraih konfirmasi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *