Lagi, Korban Gempa Lombok Tagih Janji Jokowi

Landa Bandung
Rumah korban gempa

Jakarta, K24News Indonesia – Korban gempa di lombok, Nusa Tenggara Barat, menagih janji bantuan pemeritahan. Seperti yang terbeber dalam Instruksi Presiden Republik Indonesia (Inpres RI) Nomor 5/2018 tentang Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Gempa Bumi di Lombok.

“Kami butuh bukti, bukan janji Pak Jokowi,” kata Kepala Desa (Kades) Jeringo, Sahril, ketika ditemui dirumahnya, Kabupaten Lombok Barat, Jumat.
Tagih Janji Jokowi

Sharil yang mewakili aspirasi warganya tidak mau dijadikan ajang politik oleh pemerintah pusat. Dia tidak mengharapkan, ketika mendekati Pemilihan Presiden RI, pemerintah pusat baru merealisasikan bantuan.

Dia berharap pemerintah pusat segera merealisasikan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat (korban gempa) sesuai dengan Inpres Nomor 5/2018 tersebut. Dan Peraturan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Nomor 2/2018 tentang penggunaan dana siap pakai (DSP).

Dalam dua aturan dasar tersebut, dijelaskan besar dana bantuan yang diterima masyarakat korban gempa. Antara lain Rp50 juta untuk kategori rusak berat, Rp25 juta untuk kategori rusak sedang dan Rp10 juta

Untuk Desa Jeringo yang didiami oleh 2.734 jiwa dengan 822 kepala keluarga yang terdampak gempa dengan kategori berat sebanyak 93%. Mereka pernah mendapatkan bantuan dari Menteri Keuangan (Menkeu) RI sebesar Rp1 Miliar yang diterima langsung oleh kade yang kemudian didistribusikan kepada semua warga, masing-masing warga mendapatkan Rp384ribu.

Dia menambahkan, mestinya sekarang ini dalam kurun waktu 2019 sudah tertangani. Tapi sampai sekarang baru 18 Kepala keluarga yang mendapatkan bantuan yang dijanjikan oleh pemerintah berupa rumah instan konvensional (ruko).

Dia berharap agar kepala BNPB pusat yang baru segera melakukan evaluasi kebijakan pimpinan sebelumnya, membuat regulasi yang mempermudah korban gempa mendapatkan haknya dan merealisasikan janji-janjii sebelumnya. Mustinah, warga desa Gelangsar berharap agar segera mendapatkan bantuan dari pemerintah baik berupa rumah maupun uang. Dia mengaku belum mendapatkan bantuan berupa apapun dari pemerintah.

Senada dengan itu Tohri, warga dusun Gelangsar juga berharap segera mendapatkan bantuan yang dijanjikan sebagaimana beberapa warga desa Jeringo.

Semua warga pada saat ini sudah kembali daru pengungsian dan tinggal dirumah yang mereka bangun sendiri secara swadaya dari puing-puing rumah mereka yang telah hancur oleh gempa.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*