“Mohon Jangan Anak Tirikan Kami”. Kalau Pak Jokowi jawab, “Endasmu!” Situ Mau Apa?

Mandailing Natal

Bupati Mandailing Natal memilih untuk mengundurkan diri karena warganya tidak memenangkan Jokowi. Ironis memang, ketika pemerintah pusat menggeliat giat membangun negeri, masih ada masyarakat yang tidak menghargai kerja keras pemerintah sekarang. Masyarakat tersebut seakan lebih memilih untuk hidup di jaman pemerintah sebelumnya dimana pembangunan hanya dipusatkan di Pulau Jawa.

Saya bisa memahami perasaan Bupati Mandailing Natal yang mulai menikmati lancarnya pembangunan selama 4 setengah tahun terakhir ini. Batinya tiba-tiba tertekan ketika dia melihat kenyataan kalau warganya justru tidak menghargai apa yang sudah Tuhan berikan.

Pada Pilpres 2014, Jokowi juga mengalami kekalahan telak di beberapa tempat. Seperti di Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat, dan Jawa Barat, dan selama 4 tahun setengah Jokowi merintis untuk membangun ketiga daerah tersebut sama rata dengan daerah lain di belahan bumi Nusantera lainnya.

Lihat juga: Prabowo: Kita Kawal Perolehan Suara, Jangan Sampai Berubah

Dan bukan hal yang berlebihan jika kemudian, Jokowi memiliki harapan, di 3 daerah yang telah dia bangun, Pilpres 2019 mendapatkan suara lebih banyak dan memenangkan pemilihan.

Sayang, malang tidak dapat ditolak, untuk tidak dapat diraih, ke-3 daerah kekalahan Jokowi di Pilpres 2019, harus diulang kembali di Pilpres 2019.

Saya sebagai rakyat biasa, bisa mengatakan bahwa mayarakat ke-3 daerah yang saya sebutkan di atas, sama sekali tidak menghargai jerih payah Jokowi untuk merangkul mereka. Khususnya daerah Sumatera Barat, 5 tahun terakhir ini Jokowi beberapa kali mengunjungi Sumbar. Lalu tahun 2016, Jokowi merayakan Idul Fitri di Padang. Jokowi pun sempat mengunjungi Sumbar untuk melakukan salat Jumat Masjid Raya Sumbar, Padang pada 9 Feb 2018.

Tapi hasilnya sia-sia. Masyarakat Sumbar lebih memilih mendengarkan dan membaca berita Hoax, daripada melihat apa yang sudah Jokowi lakukan untuk Indonesia.

Sumbar bisa saja bersikap congkak di Pipres 2014, karena mereka tau, idola mereka, Prabowo, akan maju kembali di Pilpres 2019. Lalu berharap-harap di tahun 2019 sampai tahun 2024, Prabowo bisa meng-anak emaskan mereka. Walaupun selama 4 tahun itu, Prabowo tidak mendengar telah melakukan sesuatu terhadap 3 wilayah tersebut.

Lihat juga: Prabowo Imbau Relawan Bergerak ke Kecamatan untuk Awasi TPS

Beruntungnya rakyat Indonesia memiliki Pemimpin yang tidak memiliki rasa dendam pada rakyatnya. Walaupun hasil kerja keras selama 4 tahun tidak dihargai sedikitpun, di periode ke-2, kartu joker ada di tangan Jokowi. Jika Jokowi mau memainkannya, bisa saja di masa kepemimpinan tahun 2019-2024, Jokowi benar-benar menganak tirikan mereka. Siapa yang mau protes? Siapa yang bisa membela warga Sumbar kalau Jokowi menjawab permintaan mereka untuk tidak dianak tirikan? Mereka mau bilang apa kalau kemudian Jokowi menjawabnya dengan 1 kata, “Endasmu!”???

Tapi itu bukan Jokowi. Jangankan menganak-tirikan, memboikot nasi padang saja, tidak akan Jokowi lakukan. Padahal, kalau Jokowi mau bergurai dan bilang, “Wah kita boikot saja warung nasi padang di seluruh Indonesia…”, percaya sama saya, para pendukung Jokowi di seluruh Indonesia akan langsung pindah jadi makan nasi gudeg, atau nasi rames atau bahkan makan tiwul ketimbang makan nasi padang!!

Jokowi itu cuma tinggal ngomong, pasti seluruh relawan dan pendukungnya melakukan apa yang Jokowi ucapkan tanpa bertanya-tanya lagi!! Itulah kemilitansian pendukung Jokowi. Tidak ada yang sulit untuk dilakukan selama ada perintah dari Jokowi pribadi.

Orang padang yang bukan warung nasi padang, mau bilang apa kalau mereka diboikot dagangnya oleh rakyat Indonesia? Prabowo mau bilang apa?? BPN mau bilang apa? Para anggota 212 mau bilang apa? Jokowi punya hak untuk bicara apapun pada pendukungnya. Mau menyinyiri? silahkan…

Lihat juga: KPU soal Prabowo Unggul di Situs Resmi Belum Final

Saya sih berharap, ada rasa penyesalan yang menyesakan di hati setiap orang yang tidak bisa menghargai apa yang pemerintahan Jokowi lakukan untuk Indonesia. Apalagi kalau kita melihat 5 tahun kedepan dimana pembangunan sumber daya manusia mendapat giliran untuk dilakukan. Indonesia, saya yakin, akan maju. Lebih maju dari sekarang.

Dan 1 lagi, di Pilpres 2024 nanti, jika Prabowo maju lagi, dia sudah tidak bisa menyerang Jokowi. Kubu Prabowo pastinya akan menyerang capres baru. Di saat itulah, masyarakat ke-3 daerah yang tidak menghargai Jokowi, bisa mulai merubah pandangan, pemikiran dan pilihan mereka terhadap Prabowo karena sepertinya, Prabowo ditakdirkan untuk menjadi capres seumur hidupnya. God Forbid!!!

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*