Penjaga Pantai Saudi Bantu Tanker Iran Mogok di Laut Merah

Ilustrasi kapal tanker.
Ilustrasi kapal tanker.

Jakarta, K24news Indonesia — Kapal penjaga pantai Arab Saudi dilaporkan membantu sebuah kapal tanker Iran yang mengalami masalah mesin di lepas pantai Jeddah, Laut Merah. Mereka mau memberikan bantuan setelah menerima permintaan tolong dari kapal tersebut pada Rabu (1/5).

“Kerajaan Saudi menerima permintaan bantuan resmi melalui perwakilan kami untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York dari pejabat berwenang Iran,” bunyi laporan kantor berita Saudi, SPA, mengutip juru bicara penjaga pantai Saudi pada Kamis (2/5).

Lihat juga: Ayah dan Saudara Dalang Teror Sri Lanka Tewas Bunuh Diri

Dikutip Reuters, kapal tanker Iran bernama “Happiness 1” dan 26 awaknya itu ditemukan 70 kilometer dari barat daya Pelabuhan Jeddah.

Kapten kapal disebut meminta pertolongan derek lantaran “kegagalan mesin dan kehilangan kendali.”

Perusahaan Kapal Tanker Nasional Iran (NITC) juga memaparkan kapal tersebut mengalami kegagalan mesin. Namun, kantor berita perusahaan minyak negara Iran, SHANA, memaparkan kapal tersebut tidak mengalami kebocoran yang dapat mencemari perairan Laut Merah.

Lihat juga: Tekan Maduro, AS Jatuhkan Sanksi untuk Menlu Venezuela

“Pada Selasa lalu, kapal dengan 26 awaknya yang tengah berlayar di Laut Merah menuju Kanal Suez mengalami kegagalan mesin karena air masuk ke dalam ruangan mesin,” bunyi laporan SHANA.

SHANA memaparkan dari total 26 awak kapal, 2 orang berasal dari Bangladesh dan sisanya warga Iran.

SHANA menuturkan saat ini kapal tanker itu telah berhasil dievakuasi ke tempat aman tanpa ada korban luka.

“Semua tindakan antisipasi yang diperlukan telah diambil untuk memastikan keselamatan awak dan untuk memastikan tidak ada kerusakan lingkungan dan pemberian bantuan.”

Lihat juga: Israel Desak Warganya Hengkang dari Sri Lanka Usai Bom Paskah

Peristiwa ini terbilang langka lantaran Iran merupakan musuh bebuyutan Saudi di kawasan. Kedua negara juga kerap berseberangan dalam beberapa konflik di Timur Tengah.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*