Perayaan HUT OPM 1 Desember, Menkominfo: Tak ada pembatasan internet

Menkominfo

Menkominfo Jhonny G Plate memastikan tak ada pembatasan internet menghadapi momen HUT OPM 1 Desember mendatang.

 

Jakarta, K24news Indonesia – Pemerintah tentukan tidak ada pembatasan jaringan internet di Papua bertepatan dengan HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM), 1 Desember yang akan datang. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Jhonny G Plate menyebutkan pembatasan tidak harus dilakukan selama tidak ada kerusuhan.

“Tidak ada (pembatasan internet),” kata Jhony ditemui di Gedung Kementerian Koordinator Sektor Politik, Hukum, dan Keamanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (31/10).

Tuturnya, selama keadaan masih berjalan normal, pembatasan internet benar-benar tidak harus dilakukan. Lagi pula, kata dia, selama ini pembatasan jaringan internet yang dilakukan di Papua dan beberapa wilayah rusuh yang lain demi mencegah munculnya informasi-informasi hoaks yang tersebar luas.

Tapi begitu, disaat ada kericuhan di Papua bertepatan dengan perayaan hari lahirnya OPM di 1 Desember kelak, kata Jhony, pihaknya tidak serta merta bakal memblokir internet di wilayah itu. Pemerintah dapat lebih dahulu mengamankan situasi lewat aparat keamanan.

Lihat juga: Polisi Menangkap 4 Distributor PSK di Kota Bunga Cianjur

“Kami layar saja,” katanya.

“Kami memonitor percakapannya. Bagaimana mutu percakapan dan sampai di tingkat mana bahayanya. Dan kami informasikan ke instansi¬† terkait untuk melakukan pencegahannya supaya tidak ada sipil disorder, kekacauan di Warga, kata dia.

Kominfo pun, kata Jhony, tidak memiliki persiapan khusus buat menghadapi tanggal 1 Desember kelak. Pemerintah, kata dia selama ini telah mengawasi seluruh wilayah dan bukan hanya Papua. Pemantauan dilakukan selama 7×24 jam.

“Kami kawal teknologi info di Indonesia. Anda tidur, Kominfo tidak tidur. Biar apa? untuk menjaga kedaulatan dan kenyamanan Penduduk, kata dia.

Seperti diketahui, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berulang kali membawa ketentuan buat memblokir internet di Papua. Pemblokir internet di Papua dan Papua Barat dilakukan pada saat kerusuhan yang berlangsung akhir Agustus silam.

Usai beberapa Minggu, pelayanan internet di 13 kabupaten/kota kembali di buka setelah situasi keamanan dinilai kondusif. Terakhir pada Rabu 11 September sore hasilnya penduduk Manokwari dan Sorong dapat kembali terhubung data internet.

Sementara itu, pelayanan internet juga diblokir saat kerusuhan di Wamena. Pemerintah beralasan pembatasan internet dilakukan demi mencegah arus info hoaks yang berpotensi menambah potensi gesekan di warga meluas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *