Prabowo Imbau Relawan Bergerak ke Kecamatan untuk Awasi TPS

Prabowo

Prabowo yakin kalau dia kalah karena dicurangi!


Jakarta, K24news Indonesia – Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto, mengimbau kepada seluruh relawannya untuk berbondong-bondong hadir di kecamatan demi mengawal perhitungan suara. Pernyataan itu diutarakan melalui video berdurasi 3 menit 15 detik yang diunggah pada akun Facebook Prabowo Subianto.

“Saya minta semua relawan, semua kader-kader juga termasuk para purnawirawan Pejuang Indonesia Raya (PPIR) supaya berbondong hadir ke kecamatan,” ungkap Prabowo di video tersebut.

Alasan Prabowo mengimbau para relawan ke Kecamatan karena sebagian besar perhitungan suara masih ada di tingkat tersebut. Lalu, mengapa Prabowo meminta relawannya berbondong mendatangi kecamatan?

Lihat juga: KPU soal Prabowo Unggul di Situs Resmi Belum Final

1. Prabowo geram karena merasa terus dicurangi

Situasi yang disaksikan publik pada (17/4) sebenarnya tidak jauh berbeda dengan pascapilpres 2014 lalu. Prabowo mengklaim kemenangan sepihak dan menyerukan telah terjadi kecurangan secara sistematis yang dilakukan oleh kubu Jokowi-Ma’ruf Amin. Oleh sebab itu, untuk mencegah terjadi kecurangan maka satu-satunya solusi yakni dengan mengerahkan orang dan mengawal sendiri proses penghitungan suara. 

“Amankan suara kita, jangan mau dicurangi terus. Yang jelas kita tidak akan terima kedaulatan Rakyat Indonesia dirampok,”ujar Prabowo dalam video yang diunggah pada Kamis (18/4). 

Lihat juga: Prabowo Sujud Syukur Usai Unggul 62 Persen

2. Prabowo sebut demokrasi Indonesia sedang terancam

Capres Prabowo Subianto
Capres Prabowo Subianto ketika tengah melakukan sujud syukur di depan kediamannya pada 17 April 2019

Selanjutnya, Ketua Umum Partai Gerindra itu menjelaskan bila demokrasi dalam keadaan kritis. Bagi dia, kecurangan yang berdampak terhadap kekalahannya adalah bentuk pengkhianatan terhadap rakyat.

“Saat ini adalah saat-saat yang krusial, yang vital dalam kelangsungan hidup bangsa kita, kedaulatan rakyat kita, yang kita junjung tinggi, yang merupakan bagian integral dari demokrasi yang dianut oleh pendiri-pendiri bangsa kita. Bahwa rakyatlah yang harus dengan tenang memilih pemimpin-pemimpinnya,” kata Prabowo.

3. Prabowo mendapat banyak laporan kecurangan di Pemilu 2019

Prabowo

Berdasarkan data yang dimiliki oleh kubu penantang, banyak laporan yang menceritakan adanya intimidasi dan ancaman supaya tidak memilih pasangan Prabowo-Sandiaga. Bahkan, dia menuding aparatur pemerintahan juga terlibat dalam upaya memenangkan capres petahana.

“Penyimpangan dari kaidah demokrasi telah terjadi di mana-mana. Intimidasi yang terus menerus, penggantian surat suara, penggunaan money politic secara besar-besaran, penggunaan aparat-aparat negara untuk membela kepentingan salah satu pihak, yang jelas merupakan pelanggaran-pelanggaran berat terhadap hukum dan kaidah-kaidah demokrasi,” kata Prabowo. 

4. Prabowo yakin menang di atas 60%

Prabowo

Terakhir, Prabowo yakin dirinya unggul lebih dari 60 persen berdasarkan data internal yang ia miliki. Dia mengklaim data tersebut merupakan potret C1 di ratusan ribu TPS di seluruh Indonesia.

“Dari semua laporan yang masuk keunggulan kita sangat jelas, berada di sekitar 61,62,63 persen bahkan ada juga hitungan 64 persen, tetapi hal ini harus diamankan di tingkat kecamatan,” tutupnya.

Bagaimana menurut pendapat kalian, guys? Perlu dikawal penghitungan suara hingga ke tingkat kecamatan? 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*