Romarhumuziy Ingin Ahok Tidak Dilibatkan Di Tim Jokowi

Ketua Partai Persatuan Pembangunan Romarhumuziy  meyakini label penistaan agama jadi senjata yang digoreng siapapun untuk menyerang di masa Pilres 2019. Atas dasar itu dia menyarankan agar Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin tidak melibatkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Pilpres.

“Tentunya saya sebagai Dewan Penasihat TKN menyampaikan gagasan pikiran itu setelah menyerap aspirasi-aspirasi di kalangan kita sendiri tentunya. Dan saya teruskan pada presiden agar presiden bisa meneruskan pada sejumlah pendukung,” kata Romi saat jadi narasumber program ‘Layar Pemilu Terpercaya’ di CNN Indonesia.

Ahok dikenal publik dekat Jokowi. Keduanya merupakan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta setelah memenangi Pilkada 2012.

Ahok terbukti menodai agama karena pidatonya yang mengutip Surat Al Maidah ayat 51 dan divonis 2 tahun sebelum bebas kemarin (24/1).

Meski Ahok sudah bebas, Romi menilai label penistaan agama masih melekat. Label penistaan agama itu dinilainya berpotensi ‘digoreng’ lawan politik Jokowi di Pilpres.

Dia tidak mengungkap nama pihak yang akan menggoreng label penistaan agama itu. Romi hanya mengatakan gorengan ‘penistaan agama’ itu berpotensi jadi persoalan bagi Jokowi.

Untuk mencegah munculnya isu penista agama itu Romi menyarankan agar pendukung Ahok yang ada dalam koalisi pendukung Jokowi tidak berlebihan merayakan kebebasan Ahok, kemarin.

Basuki Tjahaja Purnama

Presiden Jokowi dikenal dekat dengan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Romi juga ingin tidak melibatkan Ahok selama masa Pilpres ini. Romi menyebutnya sebagai upaya mengkanalisir atau melokalisir faktor Basuki.

“Dan memang sebaiknya faktor Basuki ini dikanalisir dan dilokalisir agar tidak menjadi pencilan yang bisa menjadi scattering, nanti jadi kemana-mana,” kata Romi.

Lihat juga: Bripda Puput Sudah Urus Dokumen Bakal Menikah Dengan Ahok

Romi mengaku sudah menyampaikan saran atau keinginannya itu dalam rapat koalisi partai pendukung Jokowi. Menurut Romi, Koalisi bisa memahami dan mengerti saran itu.

“Beliau juga memitigasi kemungkinan-kemungkinan itu. Karena kan sekarang ini apapun digoreng. Istilah Pak Jokowi dalam beberapa kesempatan , ada kucing ketabrak dijalan bisa dialamatkan ini salah Pak Jokowi,” ujar Romi.

“Apalagi kalau isunya sensitif yang memang salah satu label yang dilekatkan pada Pak Jokowi, yaitu perekusi ulama, anti-Islam,” kata dia menambahkan.

Meski demikian Romi menyatakan tidak tau persis Jokowi dalam menyikapi saran melokalisir Ahok.

Lihat juga: Ahok Bebas Dari Penjara, Bekas ‘Musuh’ Ikut Kirimkan Doa

“Saya tidak sampai pada posisi tahu persis apa Pak Jokowi menerima gagasan saya dan menyampaikan pada yang lain, tapi paling tidak kita sudah menyampaikan itu pada rapat koalisi dan mitra koalisi bisa memahami itu. Kita kan hari ini meminimalisir faktor-faktor yang berpotensi memiliki dampak negatif,” ujarnya.

Lebih lanjut Romarhumuziy mengakui isu penista agama ini masih sebatas potensi.

Dia tak bisa memastikan apakah benar isu itu akan digoreng jika Ahok dilibatkan dalam proses kontestasi politik. Namun Romi menyatakan siasat melokalisir Ahok muncul justru untuk mengantisipasi segala kemungkinan.

“Kan, kita harus bersiap dengan segala senjata yang digunakan sebelah,” kata Romarhumuziy .

 

4 Comments

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *