Asam Urat Ahmad Dhani Makin Parah, Buang Air Kecil Pakai Botol

Ahmad Dhani
Asam Urat Ahmad Dhani.

Jakarta, K24News Indonesia – Asam urat Ahmad Dhani Prasetyo kambuh-kambuhan. Bahkan, pada Jumat malam, 22 Maret 2019, terdakwa pencemaran nama baik dalam vlog berujar ‘idiot’ itu dikabarkan dibantu tongkat untuk berdiri. Bahkan untuk buang air kecil pun saat itu tidak kuat ke kamar mandi.

Saat sidang pada Kamis, 21 Maret 2019, Dhani memang terlihat sedikit pincang ketika berjalan saat mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Jawa Timur. Dia mengaku diserang asam urat. “Jumat malamnya saya menerima informasi makin parah,” kata pengacara Dhani, Sahid, dikonfirmasi VIVA pada Senin, 25 Maret 2019.

Lihat juga: Zul Zivilia: Ini Jalan Hidup Saya Jadi Pengedar Narkoba

Asam urat itu menyerang kaki kanan Dhani. Pada Jumat malam itu, Sahid menerima kabar Dhani tidak kuat berdiri hingga menggunakan bantuan tongkat. Bahkan, kata Sahid, untuk buang air kecil pun pentolan band Dewa 19 itu tidak kuat berjalan ke kamar mandi. “Buang air kecil pakai botol air,” kata dia.

Untuk mengatasi keluhan Dhani itu, dokter Rumah Tahanan Kelas I Surabaya di Medaeng, Sidoarjo, melakukan penanganan dan menginfus kaki Dhani. “Hari sabtu saya ke Medaeng saya bertemu dokter rutan, Dokter Saiful dan Dokter Arifin, alhamdullilah sudah membaik,” kata Sahid.

Lihat juga: Foto Candid, Ternyata Begini Potret Lain Maia Estianty Dan Irwan Mussry

Kepada dokter rutan, lanjut Sahid, pihaknya menyampaikan permintaan Dhani yang ingin dirawat di rumah sakit luar untuk penanganan asam uratnya itu. Biasanya, saat belum ditahan, politikus Gerindra itu berobat di RSIP di Jakarta. “Tapi karena di Surabaya maunya di National Hospital di Pakuwon,” ucap Sahid.

Namun, kata Sahid, permohonan pembantaran sementara urung diajukan karena kondisi Dhani mulai membaik. Dokter rutan menyarankan sementara waktu Dhani dirawat dan diasupkan obat-obatan yang tersedia di Rutan Medaeng. “Kita menunggu perkembangan,” ujarnya.

Lihat juga: Pernikahan Yuanita Christiani Digelar Di Kapal Pesiar, Dipersunting Pengusaha

Sahid mengaku belum berkoordinasi secara lisan dengan pihak Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta soal kemungkinan mengajukan permohon pembantaran Dhani.

“Memang yang berwenang Kejaksaan, tapi ada Undang-Undangnya yang menjelaskan kalau dalam kondisi darurat Karutan bisa langsung mengizinkan pembantaran,”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *